Ia besar tapi konstan dan
(sayangnya) rentan, sewaktu-
waktu ia bisa saja meletus
memuntahkan lahar,
menghanguskan apa saja yang
ditemuinya.
Cinta perempuan seumpama
kuku. Ia hanya seujung jari, tapi
tumbuh perlahan-lahan, diam-
diam dan terus menerus
bertambah. Jika dipotong, ia
tumbuh dan tumbuh lagi.”
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.



0 komentar:
Posting Komentar